TANDANG KUNJUNG

Yayasan Peduli Setan

Ne Odalan atau Neodalan Terserah Saja Mau yang Mana
Narasi – Narasi Minor dari Yayasan Peduli Setan

Video oleh HIBATUL HAKIM
Penulisan oleh JONG SANTIASA PUTRA

Perjalanan kami, dari Ubud menuju kota Tabanan, dalam benak saya apakah baik-baik saja bertamu semalam ini, tapi jika diundur, mungkin akan sulit mencari waktu lagi. Mengingat seniman satu ini cukup produktif dalam berkarya. Ya wes lah gas saja.

“Aku udah di rumah ya, datang saja” pesan teksnya kepada saya.

Kami memasuki salah satu perumahan di kota Tabanan, jalannya berbatu paras, beberapa tampak dihotmix, lampu remang, penerangan beberapa titik saja, beberapa block ada rumah, diselingi dengan lapang kosong yang ditumbuhi tanaman atau rumput liar.

“Kalian pasti mengira studio yang proper gitu yah, ini rumahku, satu kamar, ku jadikan tempat kerja” ujarnya kepada kami, dengan nada sedikit mengejek atas ekspektasi di kepala kami.

Kami disambut anak dan istrinya, si kicik Pam, dan Mbok Agra. Pam tengah asik bermain, tapi sesekali menoleh kami dan menghampiri. Seolah ingin mengatakan “om ngapaen sih, malam-malam gini ke rumah ku, rame lagi,, ishsss”. Sementara Mbok Agra tengah asik menyelam di depan laptopnya.

“Ya langsung saja ya, namaku Kuncir Sathya Viku. Full time artis dan full time bapak rumah tangga. Saya di Yayasan Peduli Setan sebagai juru bicara” kalimat pertama dalam wawancara kami.

Setelahnya pembicaraan menjurus terkait Yayasan Peduli Setan (YaPS) yang ia inisiasi bersama dua orang kawan lainnya. YaPS terbentuk secara organis pada akhir tahun 2020, karena merancang satu acara kesenian di salah satu ruang. Tapi sebenarnya isu terbentuknya YaPS telah dibincangkan sejak tahun 2019. Kuncir tidak hendak mengatakan bahwa YaPS hanya bergerak di seni rupa saja, ini adalah wadah fluid yang dapat menyentuh arena seni yang mana saja. Seni rupa, makanan, musik, pertunjukan, pesta, dan lain sebagainya.

Menariknya ada kata Yayasan yang tersemat sebelum Peduli Setan. Posisi kata ini juga memiliki layer makna atas kerja-kerja Kuncir dan istrinya yang sering beririsan dengan yayasan. Yayasan memiliki ideologi serius, agenda, isu, narasi, logika jaringan yang menggerakan orang-orang di dalamnya. Yayasan Peduli Setan ini mencoba membelokkan keseriusan ini pada ranah jenaka, yang tidak serius, yang tidak ada dalam agenda, yang seolah luput dari pembacaan atas gerak-gerak arus utama.

“Gini…..untuk di seni rupa, kita akui gerakannya begitu wah. Di balik itu ada sisi-sisi minor, residu, yang mungkin tidak pandang, baik secara market, atau exposure, naaaah YaPS melihat itu sebagai ruang gerak, bahan bakar kami agar tetap berjalan” ujarnya dengan tampang yang nampak serius.

Begini para pembaca yang baik, saya rasa perlu juga untuk memberitahu bahwa Kuncir ini dulu bekerja sebagai Stand Up Comedy. Pengalaman dan ilmu dari komedi ini, ia terapkan dalam kerja kreatifnya. Ia selalu pintar mencari sisi “lucu” dalam satu isu pembicaraan serius, ia terbiasa menjadi tukang pandang dari sisi yang berbeda. Dalam terma saya, ia selalu mencari celah ketidakpentingan menjadi hal penting untuk dicuatkan menjadi bahan diskusi. Makanya jangan harap ia akan berbicara hal serius jika bertemu pertama kali. Pasti ia asik membuat bahan agar kita bisa tertawa, dalam kasus ini, saya sering terjebak dalam isu-isu provokatifnya, sial.

Keberadaan Kuncir dalam gerak laku YaPS, bagi saya sungguh tepat karena bersanding dengan Gustra yang sering terlibat dalam managemen acara atau event seni, serta sang istri Agra sangat teliti, terbukti Agra tengah merintis satu sekolah dari banyak pengalamannya di dunia Pendidikan.

Lebih lanjut Kuncir memberi perspektif tentang keberadan manusia yang sering memikirkan sesuatu yang nampaknya dapat mengubah dunia. Manusia memiliki naluri ego dan keinginan yang tinggi untuk berbuat, mereka tengah tenggelam dalam keyakinannya yang hakiki. Padahal jika dilihat secara holistik, keberadaannya kecil pada susunan tata surya.

“Kita ini nggak penting, di mata Black Hole, bukan makhluk yang paling banyak yang mengisi dunia” katanya sambil tertawa lepas.

Dari pandangan minor ini, presentasi Neodalan muncul sebagai tajuk utama YaPS di Ruang Baur Seni : Fraksi Epos. Ne Odalan (diberi jeda setelah Ne) atau Neodalan (disambung). Jika kita dedah melalui bahasa, penuh ambiguitas, bisa diinterpretasi, terserah bagi kawan-kawan yang menangkapnya seperti apa.

Ne Odalan = Ne itu bahasa bali artinya ini, Odalan ialah upacara, singkatnya “Ini Odalan”, di Fraksi Epos sedang ada odalan dari YaPS, silahkan datang untuk sembahyang, atau sekedar main kocokan di jaba pura.

Neodalan = Neo artinya baru, sering berdampingan dengan kata Neokolonialisme. Frase “baru” berasal dari standar tertentu. Neodalan, melampui standar odalan, atau tengah memberi makna segar pada kata tersebut.

Sementara itu Odalan juga berada pada persimpangan isu, di Bali sering kali menjadi percakapan karena jejaringnya merupakan simpul pada tatanan kehidupan yang lebih kompleks. Semisal dari odalan kita bisa bicara struktur sosial, sistem kasta, sistem ekonomi, hubungan timbal balik, sejarah, tradisi mapan, navigasi gengsi, hirarki, patriarki, dan lain sebagainya.

Di Fraksi Epos, ada dua mata acara yang ditawarkan Yaps. Daily Saiban dan Rahinan Event. Daily Saiban ialah pameran karya dari sejumlah kawan-kawan yang tentu saja melalui sistem kurasi, dan Rahinan Event semacam euphoria kecil melalui party pada hari-hari tertentu. Kuncir menjelaskan dalam sistem kurasi, selain melihat karya sebagai bentuk, ia juga menelisik bagaimana pola-pola kerja seniman dan laku sosial dalam arena kultural kesenian.

“Attitude to penting sajan nok, kita biasanya ikut nongkrong sama senimannya, untuk menyelami lebih dalam pada praktek artistik mereka” pungkasnya.

Hari sudah sangat larut, si kicik Pam rupanya sudah tidur sedari tadi. Kami undur diri, bergegas menuju Denpasar. Kuncir dengan senyumnya yang khas menghantar kami sampai di depan gerbang.

“Hati-hati di jalan, kita selalu berada pada ketidakjelasan” tutupnya

FRAKSI EPOS adalah ruang berbaurnya berbagai disiplin kesenian dari musik, instalasi, seni pertunjukan, graffiti dan lain sebagainya. Ruang tersebut digagas untuk mewadahi gerakan seniman muda. Baik yang bergerak pada akar tradisi, kini, atau diantara keduanya. Festival akan diadakan dari tanggal 5 Februari hingga 27 Maret 2022, di South Beach – Discovery Shopping Mall, Kuta, Bali.

Area festival terdiri dari 6 galeri pameran dengan 1 panggung utama dan ruang galeri komunal, serta melibatkan puluhan seniman muda dari Bali, Jakarta, Yogyakarta, Bandung dan berbagai kota besar di Indonesia lainnya.

Dapatkan Akses Masuk ke Semua Program dan Galeri Fraksi Epos Disini