Tandang Kunjung :

PINKYGURL (MACAN Studio)

Tumpengan Instinct : Doa Untuk Ranca
Tubuh Transisi MACAN Studio (Pinkygurl)

Video oleh Hibatul Hakim
Penulisan oleh Jong Santiasa Putra

Memasuki MACAN Studio seperti menyelami dimensi ruang liyan, yang suasananya kadang akrab dengan kita, sejurus itu, juga terasa  berjarak. Terang saja, kami disambut sejumlah manekin dengan berbagai pakaian warna-warni, assesoris tak biasa, topeng, pedang, batu-batu putih dirangkai di atas jaket dan lainnya. Ada satu manekin menarik, membawa sanggah cucuk, lengkap dengan rompi, serta kamen hitamnya. Di tengah ruangan terdapat lampu iklan bertulis MACAN Studio yang berlarian dari kanan ke kiri, persis seperti isi kepala ini, sibuk menghubung-hubungkan narasi yang ingin dihadirkan dalam karya – karya tersebut. 

Nah agar tidak ikut pusing, saya bertemu dengan Manda Selena bernama panggung Pinky Gurl, satu dari dua orang penggagas MACAN Studio. Satunya Ican Harem, suami Manda Selena. Dua orang ini, sungguh padu dalam merekontruksi “keanehan” hingga menjadi satu nilai tertentu. Manda dan Ican semacam katalisator dalam dunia fashion untuk membicarakan narasi yang lebih besar, seperti identitas, tubuh, pop culture, lingkungan dan lain sebagianya.

Tapi perlu diketahui bagi kawan pembaca, di Ruang Baur Seni : Fraksi Epos, gagasan yang akan dipresentasikan merupakan buah pikir Pinky Gurl. Ia tengah mendedah kompleksitas hubungan antara seorang ibu terhadap anaknya. Ia mengisahkan secara rinci, bagaimana seorang perempuan sepertinya, selepas SMA, sedikit demi sedikit mencari bentuk identitas diri. Pencarian tentu berlangsung lama mulai dari mencoba, gagal, agak berhasil, menemukan banyak halangan, lalu menemukan satu formula yang sekiranya ia anggap bentuk paling cocok.

Naaaaah….. pada satu waktu tertentu perempuan harus menikah – memiliki anak.

Proses panjang penemuan identitas seolah digoncang oleh realitas. Baginya memang kodrat seorang perempuan untuk hamil, tapi tidak serta merta perubahan diri menjadi seorang ibu itu ia dapatkan, seperti ilham yang jatuh dari langit. Hal ini perlu adaptasi ulang, terhadap perubahan hormon, psikologi, kesehatan, pola pikir, tubuh dan pengambilan keputusan.

“Gilaa kan, praaak, kemudian berubah semuanya, karena aku hamil dan punya anak” ujar Manda serius.

Belum lagi jika memikirkan masa depan si anak, sebagai orang tua ia harus melihat anak sebagai manusia bernalar, memiliki cara pandang serta memiliki ruang privasi yang tidak dapat disentuh oleh siapapun. Sebelum sampai pada fase itu, tugas orang tualah untuk memberikan berbagai macam  perspektif melalui ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan sejajar dengan doa ibu untuk anak-anak mereka.

Keresahan transisi ini, alih-alih menurunkan daya kreasinya sebagai seniman, justru memecut Manda untuk mentransformasikannya ke satu gagasan berkarya. Karena seniman selalu berada pada batas-batas ketidaknyamanan, batas abu yang membuat jadi ada atau hilang sama sekali.

Lahirlah Tumpengan Instinct.

“Karya ini untuk anak perempuan pertamaku, si Ranca” katanya

Tumpengan sarat dengan harapan-harapan baik. Doa-doa Manda untuk Ranca, tumpeng kemudian menjadi simbol ilmu pengetahuan, agar suatu saat nanti menjadi perisai yang kuat dalam mengarungi perjalanan panjang kehidupan. Projek ini telah ia gagas sejak tahun 2020, ketika ia hamil 5 bulan. Ketika itu ia banyak memproses informasi terkait makanan dan gizi untuk memberikan asupan terbaik kepada anaknya. Kemudian dalam pencaharian itu, bermunculan pertanyaan-pertanyaan terkait makanan terhadap satu sistem yang bekerja di dalamnya. Sistem ini mengacu pada jejak sejarah, piranti kuasa, laku hidup dan pilihan-pilihan manusia dalam mengkonsumi makanan yang tidak hanya berdasar pada kebutuhan.

Sebut saja beras, yang mengandung karbohidrat sekaligus kandungan gula yang cukup tinggi. Beras jadi pilihan utama manusia Indonesia, dibanding singkong, sorgum dan umbi-umbian yang kaya akan serat. Beras ini erat kaitannya dengan satu rezim yang bekerja di atasnya, untuk mewujudkan cita-cita ketahanan pangan. Sebagai bentuk esistensi negara di mata dunia.

“Beras dijadikan standar kekayaan oleh pemerintah yang Jawasentris. ‘memiskinkan’ yang tidak mengkonsumsi beras. Mengejar ideologi palsu ‘kalau ga makan nasi, ga kenyang’. Ini seperti penggalakan homogenitas, pembabatan biodiversitas” tegas Manda bersemangat.

Dari Tumpengan, kemudian beras, lalu Manda bercerita tentang sistem kuasa, kekritisan seperti ini lah yang ia inginkan ada pada pola pikir anaknya nanti. Pola pikir ini tidak akan tebal tanpa banyak membaca, interaksi, dan menyerap segala informasi. Maka dari itu asupan gizi ilmu pengetahuan mutlak diberikan kepada anaknya melalui pendidikan.

Salah satu karya yang akan dipamerkan MACAN Studio berupa rekontruski limbah cakram motor menjadi pedang. Representasi dari ilmu pengetahuan dalam upaya membedah satu fenomena. Menariknya karya-karya Tumpengan Instinct akan banyak menggunakan limbah, bentuk kesadaran kesenian terhadap lingkungan kerjanya, cerita Manda limbah selalu datang ke studionya, tanpa harus dicari. Minimal dari kawan-kawan yang meninggalkan barang-barangnya di studio.

“Limbah ini produk residu dari manusia, tidak akan habis, dan selalu datang pada kita. Kalau ada barang teman yang ketinggalan di sini (studio). Mohon maaf saja, pasti akan berubah jadi karya di tangan kami berdua” kata Manda sambil tertawa.

Selain produk kesenian, MACAN Studio akan mempresentasikan karyanya lewat pertunjukan. Karena bagi Manda, ia tidak mau terjebak pada satu petak kesenian, perlu hal-hal pendukung lainnya seperti musik, penari, tata lampu, orkestrasi dan koreografi pertunjukan. Sama seperti tubuh ini, perlu perpanjangan benda-benda yang lekat dengannya untuk menunjukan satu keutuhan identitas.

FRAKSI EPOS adalah ruang berbaurnya berbagai disiplin kesenian dari musik, instalasi, seni pertunjukan, graffiti dan lain sebagainya. Ruang tersebut digagas untuk mewadahi gerakan seniman muda. Baik yang bergerak pada akar tradisi, kini, atau diantara keduanya. Festival akan diadakan dari tanggal 5 Februari hingga 27 Maret 2022, di South Beach – Discovery Shopping Mall, Kuta, Bali.

Area festival terdiri dari 6 galeri pameran dengan 1 panggung utama dan ruang galeri komunal, serta melibatkan puluhan seniman muda dari Bali, Jakarta, Yogyakarta, Bandung dan berbagai kota besar di Indonesia lainnya.

DAPATKAN AKSES MASUK KE SEMUA PROGRAM DAN GALERI FRAKSI EPOS DISINI