Tandang Kunjung : DUĒ HATUĒ

Video oleh Hibatul Hakim
Penulisan oleh Jong Santiasa Putra

Soodog : GAAAS, Ketemu di Fraksi !!
Melihat Bentangan Isi Kepala Duē Hatuē

Pada satu kesempatan di hari minggu yang syahdu di bulan Januari 2022, kami dari tim kepenulisan Ruang Baur Seni : Fraksi Epos berkunjung ke studio tato Duē Hatuē di Canggu – Badung. Kami berbincang bermacam hal, dari ideologi tato, pergeseran makna, tradisi, pilihan menetap di Bali, hingga proses kerja kreatif yang akan mereka presentasikan di pameran Fraksi Epos.

Kami bertemu Dani Gama Putra (Dani) dan Shiddiq Machmud (Soodog). Mereka menceritakan asal kata Duē Hatuē dari Bahasa Kalimantan, artinya dua laki-laki. Representasi dari Shiddiq Machmud dan Fuad Machmud, saudara kembar yang berasal dari Kalimantan Timur yang merupakan penggagas Duē Hatuē pada tahun 2018. Lebih jauh bisa diartikan dua anak laki-laki ini gemar mengeksplorasi ide untuk dikembangkan menjadi materi tato.

“Ya kami berdua dari Kalimantan, sayang Fuad nggak bisa hadir hari ini, lagi ke luar negeri, kalau ada Fuad cerita bisa lebih ganas lagi ni” ujar Soodog sambil tertawa.

Tentu kita tahu bahwasannya Kalimantan memiliki tradisi tato tertua di dunia, yang sangat erat hubungannya dengan sosio kultural masyarakat. Misalnya tato Bunga Terung pada bahu bagian depan, ialah simbol dari laki-laki yang sudah akil balik atau menginjak usia dewasa. Soodog pula mengisahkan tato merupakan simbol laki-laki yang sudah mampu menghidupi dan bertanggung jawab atas keluarganya, serta simbol dari masing-masing suku di Kalimantan. Artinya dalam tato ada identitas pada tatanan sosial, untuk menghormati tradisi masing-masing suku.

“Ini kayak tato saya di leher ini, bentuknya kayak Katak atau Kepala Naga, ini artinya Katak yang dulunya kecil, setelah mengarungi samudera berubah menjadi Naga, simbol tanggung jawab di sukuku-Dayak Iban” kata Soodog sembari menunjukan tato di lehernya.

Namun sayangnya, di masyarakat kita terjadi pergeseran makna tato, yang identik dengan premanisme, kekasaran, kriminal dan kejahatan. Dani unjuk pendapat, baginya tato yang saat ini berada pada stigma kurang sedap di mata masyarakat harus mengalami rekonstruksi bentuk dan gagasan. Hal ini misalnya bisa dilakukan dengan menggabungkan pola tradisi dengan bentuk modern, yang kemudian menghasilkan satu bentuk di antara. Bentuk ini menjadi makna dan simbol baru pada masyarakat yang dinamis hari ini. Dengan cara-cara seperti itulah mungkin saja tato memiliki daya ungkapnya lagi.

Di ruang antara itulah Duē Hatuē hadir dengan gagasan Revisit The Tradition. Mengunjungi tradisi untuk mencoba menyelami polanya, yang kemudian dikembangkan dengan bentuk populer hari ini. Semacam menjembatani serta meluruskan pergeseran ini, bahwa tato memiliki nilai tertentu, perhiasan tubuh yang indah, serta menunjukan karakter dari empunya.

“Selain bentuk tato, tempat beradanya tato juga menjadi makna penting bagi tubuh seseorang, untuk menguatkan posisi tato sebagai bagian utuh dari orang tersebut” kata Dani dengan tegas.

Kemudian seiring berkembangnya waktu, Duē Hatuē memiliki 5 seniman tato yang memiliki praktek artistiknya masing-masing. Boleh dikata seniman-seniman tersebut juga mempunyai bentuk kesenian berbeda selain tato, ada musik, kolase, fotografi, mural, karya furniture dan lain sebagainya. Soodog menyadari perbedaan artistik tersebut dapat bergerak ke arah kerja-kerja kolaborasi.

Untuk itu, agenda Duē Hatuē tahun 2022 adalah memunculkan keistimewaan ini ke permukaan. Karya-karya mereka akan lebih banyak lahir dari proses kolaborasi dan diskusi bersama dalam peristiwa kesenian yang kritis, kreatif dan membangun. Semangat ini sama seperti Ruang Baur Seni : Fraksi Epos, sebab inilah modal besar dalam menjaga api kesenian antar seniman agar tetap menyala.

“Benar begitu, karyanya nanti bersifat bersama. Misalnya mereka nato, aku buat musiknya dan videonya. Jadi karyanya bisa berkembang ke medium lain” ungkap Dani

Dalam rangka menghadirkan bentuk bersama ini, di Fraksi Epos mereka mengusung tema Mind Project. Gagasan ini akan membentangkan isi kepala masing-masing seniman Duē Hatuē, mengajak pengunjung untuk menengok ke dalam ruang imaji tersebut. Mereka akan berpameran pada ruang yang terdiri dari dua lantai, di lantai satu adalah furniture, sofa, , serta meja. Di setting layaknya ruang tamu. Perlu diketahui semua produk furniture tersebut merupakan karya dari seorang seniman Duē Hatuē.

Kemudian pengunjung akan melihat proses tato di lantai dua, dengan proyeksi layar LCD proyektor di lantai satu. Jadi tidak harus ke lantai dua untuk melihat proses tato. Sungguh ruang dimensi yang menarik, seolah pengunjung berada pada ruang pertunjukan yang dihadapkan pada kenyataan dan imajinasi. Selain live tato, pada hari tertentu akan diadakan pesta hingar bingar. Jadi harus datang ya….

“GAAAS, ketemu di Fraksi” tutup Soodog dengan semangat.

FRAKSI EPOS adalah ruang berbaurnya berbagai disiplin kesenian dari musik, instalasi, seni pertunjukan, graffiti dan lain sebagainya. Ruang tersebut digagas untuk mewadahi gerakan seniman muda. Baik yang bergerak pada akar tradisi, kini, atau diantara keduanya. Festival akan diadakan dari tanggal 5 Februari hingga 27 Maret 2022, di South Beach – Discovery Shopping Mall, Kuta, Bali.

Area festival terdiri dari 6 galeri pameran dengan 1 panggung utama dan ruang galeri komunal, serta melibatkan puluhan seniman muda dari Bali, Jakarta, Yogyakarta, Bandung dan berbagai kota besar di Indonesia lainnya.

DAPATKAN AKSES MASUK KE SEMUA PROGRAM DAN GALERI FRAKSI EPOS DISINI