ARTIST PROFILE

Black Menu

Main Exhibitor

Black Menu merupakan gagasan dari Made Agus Darmika – Solar dan Satrianing Danuraga – Aga untuk menyalurkan energi kesenian mereka ke dalam sebuah ruang alternatif. Black Menu dibentuk atas kepulangan mereka ke Bali yang disadari sedang menjajaki peta buta terhadap pembacaan ruang dan kesenian di Bali. Menu bisa diartikan apa saja, tidak hanya makanan, tapi bisa berbentuk apapun.

Di Fraksi Epos, mereka mengusung tema Ngejot, di Bali konsep ini ialah tukar menukar materi saat upacara adat berlangsung. Di Black Menu, Ngejot diperluas menjadi tukar tangkap gagasan antara 2 seniman yang mereka kurasi sebelumnya. Yakni Agus Mediana dan Gusti Dalem. Agus Mediana ialah seniman yang akhir-akhir ini mengulik medium cahaya, kinetik serta spekulasi terhadap bentuk huruf dan angka. Sementara Gusti Dalem ialah seorang seniman keramik, yang menekuni medium tanah sebagai basis karyanya. Gagasan seniman ini akan didiskusikan, didebat, disanggah kemudian menghasilkan bentuk untuk dipresentasikan dan dipamerkan. Pembuatan karya ini sepenuhnya dikerjakan di ruang pameran Fraksi Epos.

Jadi teman-teman pengunjung dapat menikmati proses kerja yang akan selalu berubah. Bahkan dapat ikut urun pendapat dalam proses diskusi ataupun saat mengerjakan karya. 

Black Menu is a concept from Made Agus Darmika – Solar and Satrianing Danuraga – Aga, to channel their art energy into an alternative space. Black Menu is formed after their homecoming to Bali to which they realize they are exploring a blind map of space examination and the art scene in Bali. Menu can be interpreted into anything, not only food, but it could take form into everything.

Black Menu carries Ngejot as their theme, in Bali this concept is material trading when a traditional ceremony is happening. In Black Menu, Ngejotin transforms into a trade of ideas between two artists which they curated beforehand. That is Agus Mediana and Gusti Dalem. Their ideas are being discussed, debated, refuted in order to shape a form which could be presented and exhibited. The making of the artwork is completely being worked on inside the Fraksi Epos exhibition room.