LIVE PERFORMANCE

Les chemins mènent à Gong

BY ARYA D. SURYANEGARA & NAGI

Les chemins mènent à Gong karya ini membicarakan tentang karya tradisional gamelan Bali. Dalam instrumen gamelan Bali, gong adalah penentu aspek-aspek dari bentuk komposisi dan filosofi. Namun dalam karya baru gamelan dan elektronik ini akan menginterpreasikan konsep itu dengan cara yang tidak biasa.
I Putu Arya Deva Suryanegara ialah komposer yang tinggal di Denpasar, Deva Suryanegara ialah seorang musisi gamelan tradisional yang mengeksplorasi dan bereksperimen untuk menuju satu daerah baru. Hal ini lah yang mendasari produksi berbagai karya baru dan mendirikan kolektif Naradha Gita (Nagi), yang sering berkolaborasi dengan komposer lokal dan internasional. Ia juga ketua operasional Insitu Recordings, dan direktur artistik gamelan Giri Kedaton, Montreal, Kanada. Ia lulus dari Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar pada tahun 2018 dalam komposisi musik untuk gamelan. Ia pernah belajar komposisi gamelan dengan I Made Subandi, I Ketut Cater, I Gusti Ngurah Padang, I Ketut Garwa, Tri Haryanto, Kadek Indra Wijaya, I Nyoman Windha, I Made Arnawa, Balot, Zachary Henjy, dan banyak lagi.
————-
Les chemins mènent à Gong, this work talks about traditional Balinese gamelan works. In Balinese gamelan instruments, the gong is the determinant of aspects of compositional form and philosophy. However, in this new work, gamelan and electronics will interpret the concept in an unusual way.
I Putu Arya Deva Suryanegara is a composer who lives in Denpasar, Deva Suryanegara is a traditional gamelan musician who explores and experiments towards a new area. This has resulted in the production of various new and collective works with Naradha Gita (Nagi), who often collaborates with local and international composers. He is also chief operating officer of Insitu Recordings, and artistic director of gamelan Giri Kedaton, Montreal, Canada. He graduated from the Indonesian Art Institute (ISI) Denpasar in 2018 in musical composition for gamelan. He has studied gamelan composition with I Made Subandi, I Ketut Cater, I Gusti Ngurah Padang, I Ketut Garwa, Tri Haryanto, Kadek Indra Wijaya, I Nyoman Windha, I Made Arnawa, Balot, Zachary Henjy, and many others.